Sabtu, 24 Oktober 2015

PERGESERAN POSISI KESETIMBANGAN


Seorang ahli kimia perancis, Henry Louis Le Chatelier(1850-1936) berpendapat sebagai berikut :
Jika pada system kesetimbangan diberikan suatu aksi maka system akan mengadakan reaksi sehingga pengaruh aksi tersebut menjadi sekecil-kecilnya.
Pendapat tersebut tekenal dengan asas Le Chatelier.
Dalam keadaan setimbang laju reaksi dari kanan ke kiri sama dengan laju reaksi dari kanan ke kiri. Jika ada aksi dari luar maka kesetimbangan akan mengadakan reaksi dengan cara mengubah laju reaksinya. Perubahan tersebut dinamakan pergeseran kesetimbangan. JIka kesetimbangan bergeser ke kanan, artinya laju reaksi ke kanan yang besar sehingga zat-zat yang sebeah kanan terbentuk lebih banyak. Tapi, jika kesetimabangan bergeser ke arah kiri artinya laju reaksi ke kiri yang besar sehingga zat yang sebelah kiri lebih banyak terbentuk.
Berdasarkan eksperimen, suatu kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh konsenrasi, volume, tekanan, dan temperatur.


1.     Pengaruh Perubahan Konsentrasi

Jika konsentrasi salah satu zat ditambah maka kesetimbangan akan bergeser kearah zat yang konsentrasinya ditambah tadi. Jika konsentrasi dikurangi maka kesetimabangan akan bergeser kearah zat yang konsentrasinya dikurangi tadi.
Contoh : 2 SO₂ (g) + O₂(g)               2 SO₃ (g)

Jika kita meningkatkan konsentrasi SO₂ maka, kesetimbangan akan menuju kearah kiri yaitu pereaktan.
Namun, jika kita meningkatkan konsentrasi SO₃, maka kesetimbangan akan bergerak menuju kanan yaitu produk.


2.     Pengaruh Perubahan Volume

Jika volume diperbesar maka kesetimbangan akan bergerak menuju ke reaksi yang koefisiennya besar.
Namun, jika volume diperkecil maka kesetimbangan akan bergerak ke reaksi yang koefisiennya kecil.
Contoh : 2 SO₂ (g) + O₂(g)               2 SO₃ (g)
 Jika kita menambahkan volume SO₂ maka kesetimbangan akan berada di kanan yaitu pereaktan karena koefisien pereaktan lebih besar daripada produk.
Namun, jika kita mengurangi volume SO₂, maka kesetimbangan akan menuju kearah SO₃. Hal ini disebabkan karena koefisien produk lebih kecil daripada pereaktan.


3.     Pengaruh Perubahan Tekanan
Jika tekanan diperbesar, maka kesetimbangan akan bergerak menuju ke reaksi yang koefisiennya kecil.
Namun, jika tekanan diperkecil maka kesetimbangan akan bergerak ke reaksi yang koefisiennya besar.
Contoh : 2 SO₂ (g) + O₂(g)               2 SO₃ (g)

Jika kita memperbesar tekanan SO₂ maka kesetimbangan akan bergerak kearah SO₃, karena koefisien SO₃ kecil.
Jika kita memperkecil tekanan pada SO₂, maka kesetimbangan akan bergerak menuju arah kiri (pereaktan) karena koefisien pereaktan tersebut besar.


4.     Pengaruh Perubahan Temperatur

Jika kita memperbesar temperature reaksi yang sudah setimbang, maka kesetimbangan akan bergeser menuju arah reaksi endoterm.
Namun, jika memperkecil temperature reaksi yang sudah setimbang, maka kesetimbangan akan bergerak menuju arah reaksi eksoterm.

Contoh : N₂(g) + H₂(g)                  2NH₃(g)



Note : Yang mau menambahkan silahkaaan. hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar